" YAA ALLOH... PERBAIKILAH KEHIDUPAN AGAMAKU, YANG IA ADALAH BENTENG BAGI SEGALA URUSANKU. PERBAIKILAH URUSAN DUNIAKU YANG PADANYA KEHIDUPANKU. PERBAIKILAH KEHIDUPAN AKHIRATKU, YANG PADANYA TEMPATKU KEMBALI. JADIKANLAH HIDUP INI SEBAGI LAHAN UPAYAKU MENAMBAH SEGALA KEBAJIKAN DAN JADIKANLAH MATI SEBAGAI TITIK HENTI BAGIKU DARI SEGALA KEBURUKAN. AMIEN.. "
 
A L F A R I S SMAN. 3 MEDAN
..::: IKHWA ألسلام عليكم ورحمة الله وبركته  
  الله HOME
  الله PROFIL
  الله ALUMNI
  الله MUROBBI
  الله PENGURUS
  الله ANGGOTA
  الله KEGIATAN
  الله FOTO KAMI
  الله AGENDA KAMI
  الله KIRIM PESAN
  الله GUEST BOOK
  الله BANK SITUS
  الله POLING YUK
  الله MEMBER ALFARIS
  الله ARTIKEL
  الله BEDAH BUKU
  الله ISLAM UPDATE
  الله REFERENSI QUR'AN & HADITS
© Alfaris 2008/1429 - forum-alfarismantig.co.nr
الله ARTIKEL
* ARTIKEL 1 ___________________________
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN DALAM BERDAKWAH? Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya: "Ada sebagian orang yang kami anggap cukup konsisten dengan agama memperlakukan orang lain dengan sikap yang agak keras dan kasar, bahkan ada juga yang kadang wajahnya tampak masam Apa nasehat Syaikh untuk mereka Apa kewajiban seorang muslim terhadap saudaranya sesama muslim, terutama orang yang kurang konsisten dalam beragama?" Jawaban: Yang ditunjukkan oleh sunnah yang suci, yaitu sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Bahwa yang wajib atas setiap insan adalah mengajak orang lain ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmah, lembut dan mudah (hukum asal dakwah) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman kepada Nabi-Nya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam... ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ “Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik” [An-Nahl : 125] Dalam ayat lain disebutkan... فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, memohonlah ampun bagi mereka” [Ali-Imran : 159] Dan ketika Allah memerintahkan Musa dan Harun untuk menemui Fir’aun, Allah berfirman... فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut” [Thaha : 44] Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan.... “Sesungguhnya Allah Maha lembut, mencintai kelembutan. Dia memberikan kepada yang lembut apa yang tidak diberikan kepada yang kasar” [Diriwayatkan pula oleh Imam Muslim seperti itu dalam Al-Birr wash Shillah 2593] Ketika beliau mengutus utusannya beliau berpesan... “Hendaklah kalian bersikap memudahkan dan jangan menyulitkan. Hendaklah kalian menyampaikan kabar gembira dan jangan membuat mereka lari, karena sesungguhnya kalian diutus untuk memudahkan dan bukan untuk menyulitkan” [1] Maka hendaknya seorang dai bersikap lembut, manis muka dan lapang dada sehingga lebih mudah diterima oleh orang yang didakwahinya Dan hendaklah ia mengajak ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan kepada dirinya Tidak perlu mengancam atau mendendam terhadap orang yang menyelisihi jalan ini Karena jika ia memang mengajak ke jalan Allah, berarti ia memang ikhlas Allah akan memudahkan perkaranya dan memberi petunjuk melalui tangannya siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara para hamba-Nya Tapi jika ia berdakwah untuk dirinya, atau karena merasa bahwa yang didakwahinya itu adalah musuhnya sehingga ia mendendam padanya Maka dakwahnya akan berkurang, bahkan mungkin berkahnya akan hilang Nasehat saya (syekh) untuk para da'i hendaknya menjiwai ini, yaitu... Bahwa kita mendakwahi masyarakat karena sayang terhadap mereka dan untuk mengagungkan dan menolong agama Allah Subhanahu wa Ta’ala [Ad-Da’wah, edisi 1291, Syaikh Ibnu Utsaimin] [Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, hal 238-240 Darul Haq] - - - - - - - - Foote Note: [1] Hadits Riwayat Muslim dalam Al-Ilm 69, Muslim juga meriwayatkan seperti itu dalam Al-Jihad 1734 dari hadits Anas, namun pada lafazhnya tidak terdapat ungkapan (Karena sesungguhnya kalian diutus untuk memudahkan), tapi potongan ini disebutkan dalam hadits tentang laki-laki yang kencing di masjid. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Wudhu 220 dari hadits Abu Hurairah _________________________________________ www.forum-alfarismantig.co.nr
INSPIRASI JUM'AT ...:::  
 
بسم الله الرحمن الرحيم

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui"
(Al-Imran: 135)
 
HEADLINE NEWS  
  Berita dan info-info teraktual dan up to date dari berbagai aspekk bisa didapatkan di sini.

[coming soon]
 
KADER OF THE BEST  
  Pemilihan satu orang pengurus atau anggota yang dinilai andil dalam memberi masukan dan berperan aktif dalam kegiatan serta turut menyukseskan pengembangan Al Faris dari berbagai segi baik yang tidak dilihat maupun terlihat baik aktif maupun tak aktif. Versi Web Alfaris.

[ coming soon ]
 
AR-FERENSI  
  Referensi tentang sebuah buku, film, dan tempat2 asyiek buat dikunjungi. Dapatkan segera Info singkat menariknya di sini.

 
DO`AQU PADA`MU  
  Do'a-do'a pilihan akan menghiasi kolom web Alfaris sekaligus sebagai bahan referensi kita dalam menentukan do'a yang tepat untuk apa yang sedang diharapkan saat ini.

[coming soon]